Sunday, February 2, 2020

Sriyatun Dj. (alm) terima Kalpataru dari SBY.
KIM Jambangan Hijau, Surabaya - KWJ (Kampung Wisata Jambangan) terinspirasi kiprah almarhumah Sriyatun Djupri, wanita sahabat sampah warga RT 004-RW lll Kel/Kec Jambangan-Surabaya.  Sehari-hari perempuan paruh baya ini adalah ketua kader lingkungan "Sri Rejeki". Wanita enerjik ini menerima Kalpataru Nasional kategori "perintis lingkungan" pada tahun 2008. Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan untuk seseorang / kelompok yang memiliki kotribusi besar bagi lingkungan tempatnya tinggal. 

M. Rinaldi P (kanan ) Leader SFC Indonesia.
Pagi ini kami beserta rombongan Camat Jambangan dan 4 Lurah. Leader  Smartfren Community Indonesia, M. Rinaldi Purwanto. Ketua FK KIM Jambangan Hijau, Muchlis Darmawan didampingi pengurus/ketua KIM se-kecamatan (dari kelurahan Karah, Jambangan, Kebonsari dan Pagesangan), bersiap melakukan susur kali Surabaya, di wilayah kecamatan Jambangan.

Camat Annita (2, kiri) memimpin susur kali Surabaya.
KWJ berhasil mendatangkan puluhan ribu wisatawan nusantara dan mancanegara. Makin berkembang pasca dibangunnya PDU (pusat daur ulang) Jambangan (2017) dilanjutkan gerakan  "balik kanan" (GEBLAK, 2018/2019). Tercatat  4 Camat pernah terlibat mengawal program KWJ. Diawali  Nono Indriyanto, Retno Hariati, Anna Fajriatin hingga Annita H. O. S. (Camat saat ini). 

Tri Rismaharini bersama tamu asing di KWJ.
Tri Rismaharini, Walikota Surabaya sempat menyatakan KWJ sebagai bentuk keberhasilan Pemkot membangun kawasan kampung berbasis LH kepada peserta event Internasional pra - UN Habitat lll (2016). Dimana Surabaya menjadi host  The Third Session Of The Preparatory Committe For Habitat III yang dihadiri 193 delegasi negara. 

Sejak awal hingga saat ini, Kampung Wisata Jambangan (KWJ) didatangi puluhan ribu pelancong Indonesia & mancanegara. Anugerah Kalpataru Nasional untuk Sriyatun Djupri (2008), menjadi awalnya. Berlanjut hibah Pusat Daur Ulang - Jambangan mulai dioperasikan (2017). Dan gerakan "balik kanan" (GEBLAK, 2018/2019) oleh warga stren sungai. 

Meski hanya bermodal  kearifan lokal & budaya masyarakat, yaitu sifat kegotongroyongan warga. Kawasan kecamatan Jambangan sukses memilah sampah (metode 3R), penghijauan pekarangan rumah, jalan kampung dan kawasan stren sungai. Warga sudah tidak B.A.B sembarangan (ODF), dan serambi rumah menghadap ke sungai sudah jadi  kebiasaan permanen warga.

Namun demikian, perilaku pengunjung destinasi wisata cenderung berstandar tinggi. Sebagai destinasi wisata, maka sajian wisata KWJ harus tetap dikembangkan memenuhi selera pasar. Tuntutan akan wahana baru, yang kekinian dan berkesinambungan dari waktu ke waktu, sangatlah kuat. 

Sewindu KWJ "kemasan lama", sebut saja KWJ 1.0 harus segera berakhir. KWJ 2.0 harus mulai dirintis untuk memuaskan segmen pasar Kampung Wisata Jambangan sebelumnya. Sejak tahun 2019 rintisan KWJ 2.0 mulai diperkenalkan, yaitu destinasi wisata berbasis potensi wilayah kelurahan (turunan dari kecamatan Jambangan).

Pagesangan kelurahan yang berposisi sebagai batas kecamatan Jambangan sisi selatan, berhasil menampilkan potensi budaya warganya melalui acara Pagesangan Bersyukur. Salah satu  tampilan budaya andalan adalah ludruk warna budaya Pagesangan. Kelurahan tetangganya, Kebonsari tidak mau tergeser begitu saja. 

Bertepatan pelaksanaan hari Pahlawan tahun 2019 kemarin, warga Kebonsari mulai memperkenalkan Wisata Air Kebonsari kepada masyarakat. Warga yang berminat bisa susur sungai sambil tilik perumahan warga stren kali yang sudah balik kanan. Pemandangan lain didapat saat pengunjung berperahu ausur kali, tampak lebih cantik & unik. 

Sementara kelurahan Jambangan tempat lahir KWJ, menambahkan wahana baru dengan menonjolkan potensinya berupa kampung dolanan tradisional. Sudah banyak atlit oltrad Jambangan yang berprestasi sampai tingkat nasional. Terakhir menyabet medali Perak pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional di Samarinda.

Karah sudah memulai aksi dengan maraknya pertumbuhan cafe-cafe kekinian yang berjualan kopi aneka harga, mulai yang kelasnya 3K IDR hingga harga 30K IDR. Melengkapi beragam sajian warkop kekinian. Akan segera hadir wahana baru KAMPUNG KREATIF KARAJUKU (K-3).

Sebuah kawasan kekinian di bantaran kali Surabaya. Berfungsi sebagai areal memberdayakan warga stren kali khususnya serta warga luar wilayah pada umumnya. K-3 mendorong warga berpola hidup yang sehat dan memilah sampah, melalui program Jempolsate. K3 juga menunjang terciptanya nilai tambah dari kegiatan masyarakat.

Caranya dengan mendorong pelaku UKM-nya makin aktif memanfaatkan pasar online, menembus batas wilayah (go-global). Dan siap menyambut revolusi industri 4.0. dengan melakukan aksi berbasis TIK dan energi terbarukan. Lewat program pusat daya baru bersumber dari teknologi surya dan aliran sungai yang menjadi potensi utama warga Karah.* 

Ditulis oleh : cak Boni Surabaya, Sekjen Forum Komunikasi KIM Nusantara

*Cerita ini juga ditulis & dipublikasikan pada link berikut, https://kimkarajuku-karah.blogspot.com/2020/02/segera-hadir-kampung-kreatif-karajuku.html?m=1

0 comments:

Post a Comment