Tuesday, January 21, 2020

Belajar Jurnalistik ke Husni Habib di kelas AKS (18/1/20). 
Jambangan Hijau - Surabaya, Apakah sama KIM dengan Wartawan Bodrex!? "Ya jelas bedalah!" batin saya. Secara, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) meskipun masuk kategori citizen journalizm (CJ), namun sangat berbeda kalau dibandingkan dengan wartawan bodrex. Lho? Sebentar-sebentar ini mau mbahas apa sih? Barusan di awal artikel,  kok "hawa-hawanya" sudah mau ngajak berantem!? Apalagi menggunakan judul versus lagi! Mirip pertandingan gulat bebas atau tinju. Kesukaan saya dulu sih, tapi sekarang sudah ngga lagi. Hehehe.....

Ceritanya berawal saat Yanuar Yudha admin FB "Kabar Surabaya" berbagi undangan even di WAG KIM kota Surabaya. Tiba-tiba hati ini terusik untuk mengikutinya. Saya merasa sudah lama tidak "belajar". Nah bisa jadi, karena undangan tadi bertema "balajar", saya jadi tertarik untuk mengikuti kelasnya. Panitianya adalah Akademi Berbagi Surabaya. Acaranya di  hotel Moscha, yang beralamat di IRBA. Maksudnya jalan Irian Barat 29-31, sisi timur Kalimas yang bersebrangan langsung dengan pasar keputran Surabaya. Temanya cukup menarik, kelas literasi : menulis konten jurnalistik. Sepertinya ini even ke 70. Karena ada #70 (baca : tagar tujuh puluh) di undangan mereka. Pematerinyapun cukup milineal, Husni Habib Jurnalis muda dari Surabaya TV. Acara sore jelang malam panjang akhir Minggu, pas banget pikirku untuk refreshing.

Materi jurnalistik yang disampaikan jurnalis muda berkacamata minus ini biasa saja, diawali dengan tiga kategori berita. Yang pertama, berita langsung (straightnews). Kemudian berita ringan (softnews).  Yang paling akhir,  berita  berkisah (features). Acara  sore itu (Sabtu, 18/1/2020), mulai menarik saat Husni membandingkan pelaku CJ dengan wartawan media. Saya jadi bersemangat!? Karena kiprah kami selaku CJ dikritisi di kesempatan ini. Saya merupakan bagian dari Surabaya Citizen Journalizm, melalui KIM.  Apa KiM itu? Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah suatu lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang secara khusus berorentasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhannya, untuk menciptakan nilai tambah. (Permenkominfo RI no. 8/th. 2010, diperbaharui lagi pada September 2019)

Didepan 41 peserta acara, narasumber berkata memang citizen journalizm adalah bentuk jurnalistik. Namun CJ belum tentu wartawan. Sebagai wartawan, akan terikat dengan sistemnya media. Saat liputan wartawan akan ditanya dari media mana? Sementara CJ hanya mewakili pribadi. Wartawan juga terikat kode etik jurnalistik, lha CJ? Belum tentu. Meskipun CJ menulis sebuah fakta, tulisannya bisa saja menimbulkan kesimpang-siuran dan belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Apalagi di masa-masa mendekati Pemilu. Banyak di medsos beredar berita hoaks, mengatasnamakan kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Wah, diskripsi ini menurut saya lebih bercerita soal buzzer, sebuah profesi yang laku banget di tahun-tahun politik macam saat ini.

Saya sempat gundah,  saat  profesi buzzer dicontohkan sebagai bagian dari praktisi Citizen Journalizm. Memang bagi saya buzzer tidak punya hati nurani. Hanya  membela yang bayar, meskipun konten yang mereka buat cenderung "busuk" dan akan terus dijejalkan ke publik. Konten yang dibuat buzzer adalah bagian dari pencitraan orang/kelompok "pemesan konten". Oleh Husni buzzer dicontohkan sebagai bagian dari Citizen Journalizm. Sebagai keluarga besar CJ "murni" yang berhati nurani, batin ini sempat tidak menerima. Fenomena buzzer ini mirip asal muasal adanya istilah wartawan bodrex, yang cara kerjanya mirip buzzer. Menulis berita hanya untuk mendapatkan amplop.  Biasa tulisan mereka digunakan untuk kepentingan pribadi beserta kelompoknya dengan tujuan negatif.

Awal 2013 belajar nge-blog bareng Anne Mahira. 
Awal saya suka menulis di blog. Saya banyak terinspirasi sosok Anne Ahira. Dengan platform Asia Brain, tulisannya banyak beredar di blog-nya dan menginspirasi masyarakat. Inspirasi kedua saya adalah dari jaringan blogger yang menulis dengan fasilitas Kompas Group. Tulisan para blogger lepas ini banyak beredar di www.kompasiana.com. Terakhir tulisan mantan owner JP (pensiunan wartawan senior ini) yang di masa tuanya menulis sebagai blogger di alamat www.disway.id. Tulisan Eyang Dahlan Iskan ini sebagai blogger, juga cukup sering menjadi rujukan.  Semoga kedepan image Citizen Journalizm di masyarakat bisa membaik. KIM bisa digunakan sebagai contoh baik pelaku CJ, sama seperti komunitas blogger kompasiana. (Cak Boni Surabaya)


5 comments:

  1. Muantaaaaaaaap Ndan....

    Nunggu tulisan selanjutnya dech....

    Agar paham lebih jueru apa netijen,jurnalis dan wartawan dan embel embel Bodrex

    👍👍👍👍👍

    ReplyDelete
  2. mantap bos... kim semakin kedepan lebih maju dan sukses.

    ReplyDelete
  3. Kenapa pake istilah Bodrex. Bodrex kan paracetamol. Ketahuan Dede Yusuf ntar di cubiiiiiitttt.

    Pasukan Bodrex......

    ReplyDelete
  4. Hai teman
    Nama saya Asep Darjat.
    Saya orang Indonesia, Dari Jakarta
    Saya sangat senang dan sangat berterima kasih kepada Ibu Deborah Avant. Saya baru saja mendapatkan pinjaman saya dan cepat, aman, dan 100% sah. Anda juga bisa mendapatkan milik Anda. Kirim email kepadanya jika Anda membutuhkan pinjaman dalam bentuk apa pun melalui
    email: avantloanson@gmail.com
    WhatsApp: +6281334785906

    ReplyDelete
  5. Halo,
    Nama saya ANITA LANSAM (lansamanita@gmail.com) dari Tambun, Indonesia Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ALLAH yang telah mengakhiri penderitaan saya melalui Avants Loans karena telah memberikan pinjaman sebesar Rp280.000.000,00. Bagi yang sedang mencari pinjaman harus sangat berhati-hati karena banyak sekali lender palsu dimana-mana, hanya sedikit yang asli. Saya mengatakan ini karena saya scammed hampir Rp40jt. Hanya PINJAMAN AVANT yang nyata dan tepercaya karena mereka mentransfer pinjaman saya ke akun saya tanpa menghabiskan banyak waktu. Mereka yang mencari pinjaman online asli dan sah harus menghubungi AVANTS LOAN melalui
    Email: (avantloanson@gmail.com)
    Whatsapp: (+6281334785906)

    ReplyDelete