Wednesday, May 29, 2019

KIM adalah agen informasi di masyarakat.
Jambangan Hijau, saat ini banyak sekali pertanyaan yang beredar di kalangan netizen tentang Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Dalam artikel ini kami akan coba menjelaskan tentang KIM dan seluruh aktifitasnya mendiseminasikan Informasi kepada publik. Semoga bisa membantu siapapun yang berkeinginan untuk mengetahui  tentang KIM, lebih mendalam.

Kami persembahkan artikel ini sebagai  buah pikir dan sumbangsih pada negeri ini, di hari-hari yang tersisa. Menunggu tugas kami sebagai Ketua Forum KIM Kota Surabaya, resmi berakhir pada  31 Mei 2019, nanti. Silahkan kalau berkenan membacanya lebih lanjut, semoga yang sedikit ini bermanfaat. (BnPY)

1. KIM adalah lembaga sosial yang seperti apa?
(Jawaban)(KIM) Kelompok Informasi  Masyarakat adalah suatu lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang secara khusus berorentasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Berkegiatan yang menciptakan nilai tambah di masyarakat.

2. Apa yang  menonjol & membedakan KIM Surabaya dengan KIM yang lain?
(Jawaban)Secara garis besar tidak ada perbedaan prinsip. Namun karena tidak ada dana operasional khusus dari Pemkot Surabaya, maka dari awal kami membentuk kepengurusan KIM dengan dasar kerelawanan. Kalau dicermati lebih dalam, pegiat KIM (baik pengurus maupun anggotanya) di Kota Surabaya ini, adalah para relawan dari berbagai latar belakang. 

Mulai Pekerja Sosial Masyarakat, Kader BPJS, Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, Kader Lingkungan, Kader Posyandu, Jumantik, Kader BNN sampai pengusaha kecil mikro ataupun Poktan, Penggemar Olahraga Tradisional dan berbagai komunitas macam Radio Antar Penduduk Indonesia sampai Pesepeda Pancal yang tersebar hingga tingkat RT/RW dalam wilayah Kota Surabaya. 

Dengan dasar kerelawanan yang kental inilah, membuat semua bentuk aksi pegiat KIM bisa dikatakan gratis/tanpa biaya operasional sedikitpun. Walaupun dalam praktiknya para pegiat terkadang harus merogoh kocek pribadi dalam berbagai aksi sosialnya. Ada yang berhasil diganti, banyak yang tidak tergantikan.

3. Seperti Apa Perjalanan KIM sejak Pertama berdiri hingga sekarang?
(Jawaban)Saya  saat ini adalah Ketua Forum KIM Kota Surabaya untuk masa tigas dua periode. Periode awal 2015 - 2017. Periode lanjutan 31 Mei 2017 - 31 Mei 2019. Selaku Forum KIM, kami adalah angkatan perdana di Kota Surabaya.

Sebelumnya nama perkumpulan pegiat KIM adalah Paguyuban KIM Surabaya. Saat masih bernama paguyuban. Anggotanya adalah KIM tingkat kecamatan se-Surabaya.

Sedikit berbeda, saat era Forum KIM, anggota KIM dan pengurusnya kami sesuaikan dengan Permenkominfo RI (no 8/tahun 2010) yang berlaku. Dimana tugas dan domisilinya berada di tingkat desa (baca : Kelurahan, kalau di wilayah kerja Pemkot Surabaya).

Perbedaan mendasarnya. Kalau era Paguyuban KIM. Kepengurusannya meliputi 31 KIM Kecamatan dan 5 Kordinator Wilayah, Timur, Barat, Utara, Selatan dan Surabaya Pusat.

Di era Forum KIM Kota Surabaya saat ini. Kepengurusan KIM ada di 154 Kelurahan. Dengan 31 Forum KIM Kecamatan dan 1 Forum Pengurus  KIM Kota. Sehingga posisi pegiat KIM berjenjang mulai dari kelurahan, kecamatan dan tingkat kota. Lebih komplek dan sangat majemuk.

Sementara seluruh komunikasi pegiat KIM berdasar pada WAG KIM Kota Surabaya. Dengan diseminasi informasi kepada publik dengan menggunakan medsos masing-masing pegiat KIM.

4. Apa yang paling menonjol dan membedakan KIM Surabaya dengan KIM yang lain?
(Jawaban)Secara garis besar tidak ada perbedaan prinsip. Namun karena tidak ada dana operasional khusus dari Pemkot Surabaya, maka dari awal kami membentuk kepengurusan KIM  konsep dasarnya adalah kerelawanan. Kalau dicermati lebih dalam, pegiat KIM (baik pengurus maupun anggotanya) di Kota Surabaya ini, seluruhnya adalah para relawan dari berbagai latar belakang.

Mulai Pekerja Sosial Masyarakat, Kader BPJS, Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, Kader Lingkungan, Kader Posyandu, Jumantik, Kader BNN sampai pengusaha kecil mikro ataupun Poktan, Penggemar Olahraga Tradisional dan berbagai komunitas macam Radio Antar Penduduk Indonesia sampai Pesepeda Pancal yang tersebar hingga tingkat RT/RW dalam wilayah Kota Surabaya. 

Dengan dasar kerelawanan yang kental inilah, membuat semua bentuk aksi pegiat KIM bisa dikatakan gratis/tanpa biaya operasional sedikitpun. Walaupun dalam praktiknya para pegiat terkadang harus merogoh kocek pribadi dalam berbagai aksi sosialnya. Ada yang berhasil diganti, banyak yang tidak ada penggantiannya, dengan kata lain berani tidak untung secara finansial.

5. Apa perbedaan atau perubahan yang paling terasa pada KIM di awal2 pembentukannya dan sekarang ?
(Jawaban)Karena pekerjaan awalnya adalah membentuk sebuah jaringan yang baru sama sekali. Energi yang kami keluarkan sangat menyita tenaga, waktu dan pikiran. Merubah pola pikir warga agar menjadi pegiat KIM juga bukan pekerjaan mudah.

Alhamdulillah dengan kesabaran dan soliditas pengurus Forum KIM, dibantu kepercayaan dari Pemkot Surabaya, teriring do'a yang tiada habisnya. Semua bisa berjalan dengan baik dan berakhir indah.

Saat ini sudah mulai banyak yang mengenal KIM sebagai sebuah organisasi sosial, lebih spesifik lagi mengenal lebih  dalam tentang KIM dari sepak terjang pegiatnya dalam mengadvokasi masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang beredar di masing-masing wilayah kelurahannya. 

Pun karena  keberhasilan kawan-kawan KIM mengangkat potensi wilayah dan memperkenalkannya kepada publik. Efeknya hal ini dianggap bisa membantu Pemkot Surabaya menunjukkan hasil kinerja secara luas pada masyarakat nasional hingga mancanegara.

6. Pernahkah KIM memberikan Kritikan terhadap pemerintah? 
(Jawaban)SERING!

7. Bagaimana hubungan pemerintah dan KIM? Pola komunikasi seperti apa yang terjalin?
(Jawaban)Hubungan kami dengan pemerintah sangat baik sekali. Pola komunikasi lisan, tulisan baik melalui media sosial yang ada maupun dengan tatap muka. Intinya kami dua pihak ini sepaham dalam melaksanakan pembangunan Surabaya yang lebih baik lagi ke depannya. 

8. Waktu itu saya pernah mendengar dari pak Boni (maaf, nama saya disebut) bahwa KIM dibentuk dan dikelola dari oleh dan untuk masyarakat. Bagaimana keterlibatan pemerintah didalamnya?
(Jawaban)Bantuan dari Pemkot Surabaya kepada kami sangat luar biasa. Khususnya dalam meningkatkan kapasitas serta kualitas diri para pegiat KIM. Terkait materi dasar jurnalistik serta cara mengelola medsos sebagai media positif mendiseminasikan Informasi kepada publik.

9. Saat KIM memberi kritik terhadap pemerintah, bagaimanakah  respon yang didapat? 
(Hanya sebagai contoh)
(Jawaban)Meskipun namanya kritik, namun kami tetap berusaha menyampaikannya dengan santun dan dilampiri bukti pendukung. Kami lakukan baik secara lisan maupun tertulis. Tanggapannya pun bisa bermacam-macam. Ditegur secara langsung, maupun dengan media bantu lainnya oleh Walikota Surabaya, WaWaLi, Anggota DPRD, OPD mulai level Kota hingga Kecamatan dan Kelurahan, sudah pernah kami terima.

Kalau bagi kami ini positif untuk kebaikan semua pihak kedepannya. Kami akan perbaiki diri dan aksi kami di masyarakat. Sebaliknya, kalau menurut hemat kami pemerintah yang tidak benar. Kami akan tetap fokus pada perbaikan dan tak bergeming dengan teguran apapun.

10. Pernahkah KIM memberikan inisiatif kepada pemerintah dalam menentukan kebijakan? Seperti apa itu dan respon yang didapat? (Hanya sebagai contoh)
(Jawaban)Ini juga sudah sering kami lakukan. Usulan lewat berbagai tulisan para pegiat KIM di media sosial adalah yang paling murah, masif dan sering kami jalani. Ikhwal jalan berlubang, PJU (penerangan jalan umum) hingga memulangkan warga kota di Entikong- Kalimantan sampai yang bersangkutan dapat menginjakkan kaki kembali di kota tercinta Surabaya. Lainnya kami sampaikan melalui rapat, pertemuan, diskusi hingga seminar ataupun FGD  (forum grup diskusi) yang langsung melibatkan kami. Mulai level Pemkot (termasuk kelurahan dan kecamatan), pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

11. Bagaimana KIM menyampaikan suaranya tersebut ke pemerintah? melalui proses seperti apa?
(Jawaban)Sudah kami jelaskan diatas.  Melalui tulisan yang santun dan bertanggungjawab, disertai bukti dan cek serta ricek sebelumnya agar terhindar dari ambil bagian penyebar berita hoaks. Ataupun tatap muka secara langsung.

12. Seberapa konsen KIM dalam memberikan Informasi kepada masyarakat? Dibidang apa saja? Dan  sebutkan contohnya?
(Jawaban)Sangat serius. Mengapa kami sampaikan dengan kata sangat serius.  Sebagai relawan lokal. Para pegiat KIM adalah tokoh masyarakat yang terpercaya di wilayah kerjanya masing-masing. Kami ada ditengah masyarakat yang memiliki masalah lokal, sesuai dengan sikon di lapangan.

Bagaimana kami akan siap dikomplain oleh warga kami sendiri manakala kami tidak serius. Semakin cepat proses menyelesaikan permasalahan  di masyarakat yang disalurkan melalui pegiat KIM, semakin banyak pemerintah terbantu, makin banyak masyarakat bergembira masalahnya berakhir, dan kami bahagia sedikit bantuan kami bermanfaat utk publik. Yang paling penting Insha Allah ini jadi bekal hidup kami kelak di akhirat. Amin..

Artinya kami bantu info apapun yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan bukan hanya info, seringkali hingga proses pendampingan langsung dalam menyelesaikan masalah di masyarakat dilakukan oleh para pegiat KIM.

13. Tujuan yang ingin dicapai dan diharapkan KIM terhadap masyarakat atas keberadaan KIM itu sendiri seperti apa?
(Jawaban)Sederhana.
Kami ingin apa yang kami lakukan bermanfaat untuk masyarakat banyak. Kalau ada hasil lain, itu hanyalah efek positif semata. Bukan jadi tujuan akhir kami.

14. Melalui apa KIM menyampaikan informasi kepada masyarakat ?
(Jawaban)
- Tatap muka, melalui kegiatan diskusi, seminar, rapat, FGD dan pameran.
- Jalur Online/Medsos,  lewat telpon, surel, blog, fanpage FB, IG, Twitter, Akun YouTube dan beragam media sosial terkait.
- Radio Komunikasi, HT.
- TV, radio, koran ataupun majalah.

15. Melihat banyaknya alternatif media informasi. Hal apa yang tetap memperkuat KIM dan semakin hari semakin berkembang ?
(Jawaban)Semakin canggih teknologi, membuat komunikasi online (diluar tatap muka) makin masif dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Namun sesungguhnya, tatap mata, bicara dari hati ke hati, mendoakan yang baik satu sama lainnya, berpelukan, bicara berhadapan dan semua jalur komunikasi verbal yang ujungnya adalah bentuk dari aksi silaturahmi, masih jadi senjata paling mutakhir dalam hubungan sosial antar umat manusia dewasa ini. Silaturahmi antar pegiat KIM inilah senjata pamungkas kami.

16. Aktivitas apa saja yang dilakukan KIM kota Surabaya ?
(Jawaban)Banyak & beragam bentuknya.
Namun ada tiga bentuk besarnya.  Aktivis online, offline dan komunikasi dengan radio komunikasi.

17. Apa bisa dikatakan bahwa satu dari kegiatan KIM adalah Jurnalisme warga? Seperti apa itu ?
(Jawaban)Benar.
Saat kami memberitakan informasi lokal dengan berbagai alat komunikasi yang sahih, terkini dan dibutuhkan masyarakat. Itulah jurnalisme warga yang sebenarnya.

18. Bagaimana pola komunikasi dalam jurnalisme warga di KIM ?
(Jawaban)Dua arah bisa, satu arah pun tak mengapa. Tergantung kebutuhan.

Dua arah bentuknya dengan informasi interaktif, berupa tanya jawab dan saling ingat-mengingatkan. Baik dua sisi, top - down maupun kebalikannya bottom up. Dari masyarakat ke pegiat KIM maupun sebaliknya. Dari pemerintah kepada masyarakat (termasuk pegiat KIM) ataupun sebaliknya.

Informasi searah yang sifatnya adalah pengumuman.

19. Bagaimana KIM mampu menfilter informasi yang keluar-masuk hingga dikonsumsi masyarakat luas?
(Jawaban)Dengan diskusi intens di WAG KIM Kota Surabaya, dimana didalamnya terdapat banyak melibatkan narasumber berkompeten. 

Kalau belum menemukan keputusan, kami cari sumber informasi terpercaya lainnya. Setelah dirasa cukup dan diputuskan hasil yang paling baik. Itulah keputusan yang digunakan. 

Langkah-langkah yang kami lakukan diatas adalah bentuk proses filterisasi Informasi diantara para pegiat KIM Kota Surabaya sebelum dipublikasikan secara luas.

20. Bagaimana proses pengelolaan informasi ?
(Jawaban)Secara sederhananya. Semua informasi awal akan didiskusikan terlebih dahulu di WAG KIM Kota Surabaya. Setelah dirasa layak publikasi. Barusan pegiat KIM melakukan diseminasi informasi melalui medianya masing-masing.

Kami punya sebuah aksi yang namanya gerakan berhenti di kita (para pegiat KIM Kota Surabaya), terkait semua informasi yang belum jelas, tidak bertanggungjawab, membahas politik, SARA dan berita yang terindikasi hoaks. 

Efek positifnya, aksi ini akan mengurangi banyaknya konten negatif yang tersebar luas di masyarakat. Khususnya grup-grup pokmas (kelompok masyarakat) lokal yang diikuti oleh para pegiat KIM Kota Surabaya.

21. Bagaimana KIM mewujudkan jurnalisme warga  mitra dialog pemerintah ?
(Jawaban)Sampai kapanpun pemerintah hanya memiliki kemampuan yang sangat terbatas, dalam proses memberikan pelayanan maksimal bagi warganya.

Peluang itulah yang memungkinkan pegiat KIM masuk, memberikan masukan positif (yang kontennya adalah saringan dari masukan Informasi oleh masyarakat lokal yang beranekaragam bentuknya) sebagai mitra dialog pemerintah melaksanakan tugasnya.

22. Bagaimana KIM mewujudkan jurnalisme warga sebagai agen informasi?
(Jawaban)Selama pegiat KIM melakukan aktivitas Informasi dan komunikasi di masyarakatnya.

Maka selama itu pulalah aktivitas citizen journalist oleh agen informasi dan komunikasi masyarakat, pada pokmas yang bernama KIM. Akan terwujud dan terjaga dengan sendirinya.

23. Bagaimana KIM mewujudkan jurnalisme warga literasi masyarakat?
(Jawaban)Semua konten yang dihasilkan oleh pegiat KIM merupakan data otentik dari lokal masyarakatnya. 

Data inilah sumber literasi sederhana masyarakat setempat, dimana pegiat KIM beraktivitas. Dari data awal sederhana inilah, akan lahir berbagai data sekunder lainnya di kemudian hari.

Semua aktifitas dan proses tulis-baca-pahami inilah bentuk dasar perwujudan literasi di masyarakat dimana pegiat KIM beraktivitas sehari-hari.

24. Bagaimana KIM mewujudkan jurnalisme warga sebagai mitra promosi potensi (ekonomi, wisata) ?
(Jawaban)Kita tahu masyarakat Indonesia  belum banyak sadar cara mempromosikan potensi lokal wilayahnya. 

Semua aktivitas pegiat KIM menulis potensi lokal dan mempublikasikan secara luas kepada netizen/masyarakat umum, adalah bentuk sederhana promosi lokal. 

Semakin sering para pegiat KIM mendiseminasikan info terkait potensi wisata/ekonomi wilayahnya. Di sanalah akan terwujudnya sebuah aksi promosi lokal pada publik.

25. Bagaimana KIM mewujudkan jurnalisme warga sebagai solidaritas sosial?
(Jawaban)Tinggal merubah konten aktivitas diseminasi informasi pegiat KIM difokuskan dengan tema Sosial Kemasyarakatan, maka ini adalah bentuk solidaritas nyata dari citizen journalist oleh pegiat KIM.

26. Menurut Anda, bagaimana KIM mampu mewujudkan Masyarakat Informasi?
(Jawaban)Akan datang masa itu dengan sendirinya, tanpa kita sadari dan tanpa rekayasa sebelumnya. Manakala publik sudah sadar fungsi dari peredaran informasi yang baik, benar, terpercaya dan bertanggungjawab di masyarakat. 

Tanpa kesadaran ini, konsep masyarakat informasi hanyalah mimpi belaka di siang bolong. Demikian kira-kira analogi kami. 

Pegiat KIM sudah sedikit memulai dan menginisiasi dengan memproduksi karya tulis sederhana yang sifatnya positif dan bermanfaat, jauh dari konten hoaks maupun provokasi jahat lainnya.

27. Sebagai Agen informasi "masyarakat Informasi" yang seperti apa, yang diharapkan oleh KIM?
(Jawaban)
- Pemerintah membuat kondisi negara yang lebih kondusif bagi warganya, jangan membuat isu tidak jelas, mengurangi korupsi dan meminimalisir konten (negatif) atau tidak penting lainnya  kepada masyarakat.

- Masyarakat harus lebih dewasa dalam mencerna berbagai informasi yang beredar luas di areal publik.

- Media massa sebagai salah satu agen Informasi berpengaruh, hanya menyampaikan berita yang benar, baik dan terpercaya, lainnya tidak. 
(Hampir mustahil sebenarnya)

28. Apa Harapan anda untuk KIM kedepan?
(Jawaban)KIM harus tetap dijalur yang benar seperti saat ini. Jangan melacurkan diri menjadi agen Informasi dengan karakter "membela yang bayar" bukan "pembela yang benar".

1 comments:

  1. KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA BERKAT BANTUAN AKI SOLEH
    MAKANYA SENGAJA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET !!!

    assalamualaikum wr, wb, saya IBU SUCHI saya Mengucapkan banyak2
    Terima kasih kepada: AKI SOLEH
    atas nomor togelnya yang kemarin AKI berikan "4D"
    alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI
    dan berkat bantuan AKI SOLEH saya bisa melunasi semua hutan2…
    orang tua saya yang ada di BANK BRI dan bukan hanya itu AKI alhamdulillah,
    sekarang saya sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari2.
    Itu semua berkat bantuan AKI SOLEH sekali lagi makasih banyak ya, AKI
    yang ingin merubah nasib
    seperti saya...?
    SILAHKAN GABUNG SAMA AKI SOLEH No; { 082-313-336-747 }

    Sebelum Gabung Sama AKI Baca Duluh Kata2 Yang Dibawah Ini
    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini...!!
    1: Di kejar2 tagihan hutang..
    2: Selaluh kalah dalam bermain togel
    3: Barang berharga sudah
    terjual buat judi togel..
    4: Sudah kemana2 tapi tidak
    menghasilkan, solusi yang tepat..!
    5: Sudah banyak dukun ditempati minta angka ritual blom dapat juga,
    satu jalan menyelesaikan masalah anda..
    Dijamin anda akan berhasil
    silahkan buktikan sendiri
    Atau Chat/Tlpn di WhatsApp (WA)
    No WA Aki : 082313336747

    TERIMA KASIH YANG PUNYA
    ROOM ATAS TUMPANGANYA SALAM KOMPAK SELALU

    "KLIK DISINI BOCORAN TOGEL SGP HK SDN DAN DLL"

    ReplyDelete