Friday, October 27, 2017

Penang - Malaysia. Masyarakat Surabaya dan Jawa Timur memiliki Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 km. Jembatan yang menghubungkan pulau Jawa bagian Timur dengan pulau Madura sisi Barat, yang mulai dibuka pada khalayak pada Juni 2009. Saat ini Suramadu masih jembatan yang terpanjang di Indonesia. Nah.. di Negeri Penang ada dua jembatan mirip dengan Suramadu, dimana kami sempat melewatinya dalam lawatan kepada Komuniti 1 Malaysia (K1M), Selasa 24 Oktober 2017 kemarin.

Pulau Pinang terletak di Selat Malaka. Posisinya ada dibawah Semenanjung Malaka atau di sisi Barat-nya (berhadapan langsung dengan) Pulau Sumatera. Lama waktu penerbangan pesawat kami dari Bandara Internasional Penang ke Bandara Internasional Kuala Namu - Medan, membutuhkan waktu 20 menit lamanya.

Untuk mencapai Pulau besar (baca : Bagian Kerajaan Malaysia di Semenanjung Malaka) warga Negeri Penang bisa melewati Jembatan macam Suramadu. Ada dua Jembatan, Jembatan lama yang panjangnya kurang lebih 12 km. Dan jembatan kedua yang akan kita bahas nanti, yang panjangnya 24 km (saat ini jadi jembatan terpanjang di ASEAN) wow.....

Siang itu kami berkesempatan untuk berkunjung ke kantor Jambatan Kedua SBN.BHD. (di Indonesia semacam PT Jasa Marga, perusahaan  yang mengelola Jembatan Tol). Ditemani kawan-kawan dari Jawatan Penerangan Negeri Penang yang sangat bersahabat, kami mendapatkan penjelasan langsung tentang proses pembinaan (baca : Pembangunan)  Jambatan Kedua yang menghabiskan biaya hingga RM 4.5 Billion (4,5 juta Ringgit Malaysia/setara dengan 144 M, dengan kurs 3200)

Yang menarik, meskipun ada modal dari Kerajaan Republik Rakyat China pada proses awalnya (info yang kami dapat, modal ini terkait dengan kerjasama Bilateral antar dua negara, dan dibayar dengan Kelapa Sawit Malaysia), namun untuk desain Jembatan mereka gunakan Teknologi Korea Selatan dan 95% dikerjakan oleh SDM asli Malaysia. Jembatan yang diberi nama Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (nama Sultan Malaysia yang meresmikan jembatan) menghubungkan antara kawasan Batu Maung di sisi Utara dengan Batu Kawan di sisi Selatan. Dengan total penyangga jembatan yang berjumlah 504 pilar, diklaim mampu tahan terhadap gancangan gempa ber-skala 7 richter dengan 120 tahun masa penggunaan.

Pembayaran sekali masuk (bolak-balik berapa kalipun, hanya membayar sekali dalam satu hari) menggunakan kartu tol. Dengan biaya masuk per hari besaran nya RM 8,5 (baca : 8 Ringgit 50 cent). Sambil menyimpan rasa penasaran kapan Pemerintah kita bisa melakukan hal yang sama, kami diajak masuk ke Ruang Kontrol Utama dengan layar lebar untuk mengawasi operasional Jambatan Dua sehari-hari nya dengan penjelasan langsung dari GM Jambatan Dua SDM.BDH. Acara ditutup dengan permohonan ijin selfie diatas jembatan "adiknya" Suramadu (khas kebiasaan orang Surabaya) hehehe..... (Boni)

0 comments:

Post a Comment